  Alhamdulillah akhirnya bisa memosting sesuatu di blog Sikrit yang udah berdebu-debu ini d;
Sebelum berangkat mudik lebaran ke Lampung, saya memang jarang mosting dan berhaha hihi di dunia maya. Di Lampung pun lantaran internet payah tidak juga bisa membuka multiply, jadi tetap ini blog terbengkalai. Daaan, setelah kembali mudik pun ( karena badan sakit-sakit) lagi-lagi blog Sikrit terbengkalai. Walhasil, ya seperti saya bilang tadi, blog ini sudah berdebu-debu, fiiuuhh (mengeluarkan udara lewat mulut mengusir si debu).
Setelah mengusir debu-debu, mulailah Sikrit eksis ngeblog lagi... Mudik ramadan dan lebaran kemarin lumayan puas, gimana nggak puas hampir dua bulan jeh. Selama di kampung halaman, si ilhan kami 'sekolahkan' di pesantren dekat rumah, untuk melanjutkan iqro dan belajar agama. Dia juga minta ampun puasnya bermain (tempat favorit bermain dia di area bermain yang ada di supermarket Chan*** Karang). Karena kesemsem enaknya bermain di Tanjungkarang, nggak mau lagi pulang ke Paris coba..
Tapi kepuasannya bermain kami 'kunci' di tanggal 2 September. Doi akhirnya dikhitan. Sebenarnya kami belum mau menghitankan Ilhan di usia TK ini, tapi dokter Ilhan di Perancis yang menyarankannya untuk dikhitan, jadi ya sekalian aja khitan di Lampung biar seru juga d;.
Ilhan bersemangat mau dikhitan, meskipun pas di ruang operasi, doi tereak-tereak hehehe.. Tapi hebat juga dia, empat hari setelah dikhitan, sang dokter mengizinkannya melepas sarung, dan berlari-larilah lagi dia kesenangan, melanjutkan kepuasannya bermain. Yang membuat dia tambah girang lagi, setelah dikhitan, Ang Gung salah satu tantenya menyiapkan berangkas mungil, dimana tante-tante yang lain dan sepupu-sepupuya memberikan amplop khitanan. Ssst amplop khitannya lumayan juga, setelah dihitung-hitung ada sembilan ratus ribu hihihi.., uang tersebut disimpan dalam berankas mungilnya itu berikut amplop-amplopnya dan nggak dikeluar-keluarkan, entah sampai kapan hehehe
Tapi yang bikin kami agak kecewa, saat idul fitri kami nggak kemana-mana, karena ada masalah yang tidak bisa ditinggalkan. Semoga saja tahun berikutnya kami dapat sepuasnya berkunjung-kunjung ke teman, saudara dan handai taulan. Amien Yang membuat miris, mungkin kami bisa berramadan dan idul fitri di tanah air satu atau dua kali lagi, karena sekitar dua tahun kedepan bulan ramadan tidak jatuh pada musim panas. Lagipula si Ilhan sudah SD. Tapi semoga jika saat itu tiba, idul fitri-nya jatuh pada musim libur rutin sekolah, jadi siapa tahu kami bisa bersilaturahmi di hari lebaran, kalau nggak? hiks menunggu berlebaran bersama keluarga 10 tahunan lagi, huaaa.....MALESS.
Buat teman-teman maaf lahir batin yaaa
foto: Saat dikhitan, setelah dikhitan, dan idul fitri
Kemarin adalah hari terakhir Ilhan sekolah, dan sejak hari ini Ilhan akan libur selama dua bulan ke depan. Kalau liburan musim panas tahun lalu, Ilhan masih berkesempatan bermain di rumah keluarga di Anserville bersama Alm.mamie-nya (nenek), tetapi tidak untuk tahun ini.
Sabtu ini Ilhan, papi (kakek) dan dua sepupunya akan berlibur di Anserville selama seminggu (Sikrit dan Pat nggak ikut, punya acara masing-masing hehee..) Ini adalah libur musim panas pertama dia tanpa si mamie. Karena mamie-nya Ilhan sudah berpulang ke alam baka, si papi minta ditemani oleh saudara-saudara perempuannya untuk mengurus tiga cucunya itu. Musim panas di Perancis memang paling ideal tidak berada di kota. Ngadem di luar Paris adalah pilihan yang jitu. Makanya jangan heran saya sering menolak dengan halus kenalan atau kenalan teman-teman saya, jika ingin minta bantuan muter-muter di Paris ;).
Berbicara mengenai sunat, beberapa waktu sebelum mamie-nya Ilhan meninggal, beliau pernah menanyakan kapan Ilhan disunat. Saat itu saya menjawab belum, dan mungkin nanti. Tetapi, agaknya tahun ini juga sebaiknya Ilhan disunat, karena memang wajib dan juga anjuran dokter di Perancis.
Ceritanya, minggu lampau, Ilhan mengalami permasalahan dengan 'zizi'-nya (haduh cari di kamus aja ya artinya, nggak enak nyebutinnya ;). Zizi Ilhan bengkak, badannya juga panas. Emaknya tentu saja kelimpungan dan panik. Untung si Patrick telaten mengurusinya, dan dibawalah Ilhan ke dokter. Tetapi besoknya kok makin parah. Akhirnya dibawa ke UGD. Di rumah sakit, zizi-nya Ilhan 'direparasi' dan besok-besoknya alhamdulillah sudah baikan. Nah si dokter yang menangani Ilhan bilang sama Pat, sebaiknya Ilhan disunat saja.
Waduh, kok ya si dokter kontak batin dengan Sikrit dan Pat? Karena sebelum Ilhan sakit, saya dan Pat memang mengatakan kepada Ilhan, kalau Ilhan itu nanti bakal disunat. Saya pun menjelaskan bagaimana disunat itu. Agak malas-malasan memang reaksi dia waktu itu, tetapi setelah kasus sakit-nya ini, dia akhirnya bersedia juga. Mengapa dia bersedia? Karena saya menjanjikan disunatnya di Lampung ;)
Sejak kepulangan kakak perempuan saya dari Paris, memang Ilhan 'merengek' terus ingin ke Bandarlampung. Ilhan bener-bener cinta berat sama kota kelahiran emaknya itu. Wong gimana nggak cinta, sejak usia 6 bulan di perut, dan setelah itu setiap tahun dia selalu mudik. Bahkan sekolah pun dia lebih suka memilih sekolah di sana (kalo ke Bandarlampung, ilhan sering juga ikut-ikutan sekolah di TK kakak saya). Ilhan juga senang banget dengan kakak perempuan saya, Ayu Ugun itu. Maka, ketika dijanjikan sunat di kota Bandarlampung, ia mau-mau saja. Padahal sebelumnya dia ngggak mau disunat. Karena dia tahu kalau disunat itu, ziiz-nya dipotong, hiiiy..hehehe
Semoga jika nanti Ilhan disunat (insya Allah ramadan ini), Ilhan baik-baik saja serta dimudahkan, amien. Alhamdulilah, di negeri barat, sudah banyak yang sadar kalau sunat itu penting. Foto: Ngadem di Anserville, medio Juli 2009 (musim panas terakhir dengan mamie), sebelum mudik Ramadan silam
Iya, sama -sama lima tahun. Tapi apa itu?
Sudah lima tahun tepatnya 1 Juli 2005 -1 Juli 2010 Sikrit ngeblog di akun Multiply. Dan ternyata sudah lima tahun juga Ilhan ( lahir tahun 2005) bersemayam di akun multiply ini, sekaligus menjadi salah satu 'tumbal' Sikrit untuk menjadi bahan cerita di sini.
Meskipun beberapa waktu dan untuk sekian waktu akun ini sering banyak nggak aktifnya, karena pelbagai hal, tapi tetep mana bisa Sikrit lupa dengan semua yang terjadi di sini..
Semua kopdar-kopdar kecil dengan mpers, baik di Paris maupun di Indonesia, semua tulisan-tulisan yang akhirnya termuat di media masa lokal maupun nasional, semua tulisan-tulisan yang akhirnya melebur menjadi buku antologi atau novel, dan semua pertemanan dan persahabatan di komunitas Multiply. Semuanya.
Dan, untuk menunjukkan rasa atau tepatnya bukti, kalau Sikrit cinta dengan Multiply, sekaligus juga mengklop-kan lima tahun Sikrit di Multiply, Insya Allah Sikrit ikut menghadiri pula acara akbar hari jadi komunitas Multiply di Indonesia. Semoga semuanya dimudahkan, Amien. Jadi, kita ketemuan di acara itu kan?? Foto: Baksos Ramadan, Sabtu 6 Oktober 2007. Terakhir kopdar akbar tanpa kain di kepala ;)
  Beberapa hari kemarin, cuaca tidak seperti biasanya. Kalau sebelumnya saya memakai celana panjang dasar tidak merasa kedinginan, tetapi kemarin-kemarin hawa dingin menusuk deras ke pori-pori kaki. Pikir punya pikir, ah ini pasti pertanda nggak beres, pasti si air padat putih itu akan datang nggak lama lagi. Dan ternyata benar .Tadi pagi pukul 07: 50 salju pertama di Paris akhirnya turun juga, lumayan tebal, dengan kisaran temperatur -2 dan -3 C. Sebelumnya, Ilhan memang suka sekali berbicara tentang salju. Baru musim dingin ini-lah dia mengerti salju. Dan inilah salju yang ia tunggu-tunggu.
Meskipun saya tidak menyukai salju, tetapi salju pertama ini sangat khusus bagi saya, karena datang saat menyambut tahun baru Islam. Tahun hijriah pun sudah berganti menjadi 1431. Dan alhamdulillah juga, kemarin persis hari terakhir saya membayar hutang puasa Ramadan. Saya memang memiliki kebiasaan menggant puasa hutang di saat-saat musim dingin, karena puasa di musim dingin amat spesial, 10 jam! Asik puasa di musim dingin, nggak berasa :) Semoga tahun baru ini saya dan keluarga besar saya lebih baik lagi. Lebih mawas diri, lebih berbuat banyak kebaikan, lebih sukses lagi ya sukses menjalani dunia maupun sukses kelak di akhirat. Semoga juga kami dapat membimbing Ilhan menjadi anak yang kami idam-idamkan. Lebih pintar , bijak dan nggak terpengaruh dengan lingkungan yang nggak-nggak, amiennn... Selamat tahun baru untuk teman-teman, semoga sukses juga menyertai kalian. Semoga kita juga dihindari dari hal-hal yang tidak baik. Maafkan ya segala kekhilafan... Foto: Ilhan tadi pagi 08: 20, masih gelap heheh
 Umumnya semua orang tahu bahwa menara bulan bintang selalu dipasang di mesjid (tempat ibadah umat muslim dunia). Namun, beberapa hari lalu menara bulan bintang dipasang di atas gedung perkantoran milik pengusaha Swiss, Guillaume Morand. Bos perusahaan olahraga basket ''Pomp it up'' itu memang sengaja meletakkan menara bulan bintang di atas saluran perapian, yang letaknya di atas gedung perkantoran miliknya di Lausanne, demi memrotes rencana pelarangan mendirikan menara bulan bintang, oleh pemerintah negerinya bagi ummat muslim di sana. Hah, apa lagi ini, pelarangan lagi? Belum cukupkah para oknum rasis dunia mengobok-obok ummat muslim? Setelah pelarangan jilbab, rasis nama berbau Arab, dan terakhir cadar yang menghebohkan, atau bahkan dulu sempat pelarangan jenggot segala? Huh! Memang belum cukup, lah buktinya masih ada pelarangan-pelarangan untuk ummat muslim.
Peristiwa di atas cukup heboh di Swiss belakangan ini. Bahkan topik ini menjadi headline di beberapa media Eropa, termasuk Perancis . Kasus yang di Perancis disebut minaret itu mencuat di Swiss sejak tahun 2006. Saat itu partai garis keras *UDC mengeluarkan idenya untuk pelarangan mendirikan menara bulan bintang pada mesjid.
Selanjutnya pada Bulan Mai 2007 UDC memutuskan untuk membuat pemilihan terhadap ide 'gila' itu. Mereka pun berusaha mengumpulkan 100.000 tanda tangan. Di Swiss ide apa saja bisa diajukan ke pemerintah/rakyat, dengan syarat ada sekitar 100 000 orang yang menyetujui-nya. Setelah itu kemungkinan besar, bisa diterapkan. Setahun kemudian, Bulan Juli 2008, akhirnya UDC berhasil mengumpulkan 100.000 tanda tangan. Karena sudah terkumpul 100.000 tanda tangan, kemudian pemerintah mengadakan Pemilihan secara umum , dan itu dilakukan minggu 29 november 2009 lalu. Sayangnya sebagian besar masyarakat negeri yang menjadi pusat PBB ini menyetujui pelarangan menara bulan bintang tadi. Terbukti, tidak tanggung-tanggung, sebanyak 57,5 % dari 7,7 juta penduduk Swiss mendukung pelarangan adanya menara bulan bintang tadi. Pemilihan yang dilakukan bulan lalu itu otomatis memengaruhi konstitusi pemerintah, yang akhirnya disetujui dan diberlakukanlah pelarangan membangun menara bulan bintang. Inilah yang akhirnya menui banyak ketidaksetujuan banyak pihak. Misalnya tidak kurang Mahkamah Agung Eropa sendiri kemungkinan besar akan memaksa Swiss menarik UU itu, karena undang-undang tersebut merusak kebebasan beragama. Seorang anggota DPR Eropa, Cohn Bendit, yang asal Jerma bahkan terang-terangan menyarankan bagi milyuner Arab yang memiliki rekening di bank Swiss, untuk menarik saja uangnya, guna memrotes kebijakan itu. Cohn juga mengatakan bahwa undang-undang tersebut sudah memperkecil hak sekelompok rakyat, dan menurutnya itu sebuah diskriminasi.
Nah, saya kok akhirnya berpikir, dengan hampir 60 persen warga Swiss yang menyetujui undang-undang pelarangan menara mesjid tadi, apa iya ya, itu membuktikan masyarakat di sana masih memiliki jiwa rasis? Saya pun berasumsi jika pemerintah Swiss tidak mengindahkan keinginan banyak pihak, untuk menyetop pelarangan tersebut, apa iya juga markas PBB masih pantas di sana?
Tapi bagaimana dengan pak Guillaume Morand, pengusaha Swiss yang notabene non-muslim, yang cukup berani menyuarakan hati dengan memasang menara di atas gedung usaha miliknya.? Sungguh saya angkat topi dengan-mu Pak Guillaume.** Ita
UDC: Kepanjangan dari L'Union démocratique du Centre. Di Swiss Partai ini dikenal anti imigran, kalau di Perancis, ya nggak jauh dari partainya si Le Pen (Le Pen, setali tiga uang dengan Hitler), yaitu Fron National. Dan di Perancis mana pernah partainya Le Pen menang. HIks.
ps: Jurnal di atas hanya suara ibu rumah tangga biasa yang anti rasis :(
Foto: dari AFP Pernyataan Cohn saya ambil dari google

Masih ingat info Lomba susulan Sikrit tempo hari?
Pengumuman pemenang lomba resensi PARIS LUMIERE DE L'AMOUR (Catatan Cinta dari Negeri Eiffel) memang sudah diumumkan oleh penerbit Lingkar Pena melalui websitenya. Dan di website Sikrit pun sudah pula diumumkan. Nah kini, waktunya mengumumkan pemenang lomba susulan.
Saya memang membiasakan diri, jika membuat lomba resensi buku, diusahakan sampai lebih dari sekali. Tujuannya memberikan kesempatan bagi yang benar-benar ingin dapat hadiah heheh...selain itu pula menghargai yang sudah membeli atau membaca buku Sikrit.
Nah, dari sekian puluh peserta lomba yang masuk ke email LPPH (HIks sebenarnya jumlahnya lebih banyak lagi, tetapi karena gangguan teknis ada juga yang tidak terdata, maaf ya), dipilihlah tiga pemenang utama dan tiga pemenang hiburan. Lantas, bagi puluhan peserta yang tidak beruntung, kembali saya membuat lomba berikutnya, dengan syarat seperti DISINI Sayangnya, dari puluhan peserta tadi tidak jeli untuk menelisik kata perkata yang ditulis pada info pengumuman lomba susulan itu. Tidak banyak peserta yang mengirimkan alamat rumah mereka ke alamat email Sikrit di : bukusikrit At yahoo.fr.
Akhirnya, (langsung saja ya) berikut adalah peserta yang beruntung (sesuai Abjad) :
1. Ekka, Resensi-nya di SINI
2. Ira Sudiharjo, Resensinya ada di SITU
2. Leila, Resensi-nya di SANA (Masing-masing mendapat magnet kulkas, koin kuning Eiffel,dan post card)
Bagi peserta yang tidak beruntung tetapi sudah mengirimkan alamat rumah ke bukusikrit AT yahoo.fr, Insya ALlah Sikrit akan kirim post card untuk kalian.
Buat ketiga pemenang di atas, minggu ini juga akan dikirim hadiahnya melalui pos ke alamat kalian. Selamat dan terima kasih untuk semuanya yang sudah berpartisipasi pada lomba resensi PARIS LUMIERE DE L'AMOUR (Catatan Cinta dari Negeri Eiffel). Dengan ini lomba-lombaannya ditutup secara resmi :). Maafkan jika ada kekurangan. Sampai jumpa lagi yaa.
Salam
Siang bolong tadi, saya mengirim email kepada Pat yang ada di kantornya, seperti ini emailnya :
Until the day I die, my heart is still for you Jusqu'au jour où je mourrai, mon coeur sera toujours pour toi
bener gk terjemahannya Pat?
Klik sent.. ----------------------------------------------------------------------
Reply-nya Pat:
Ya bener. Dasar ! Mala saya pikir omongan buat saya tapi ternyata cuman terjemahan doang.
-------------------------
Sikrit tertawa guling-guling di samping Ilhan. Hahaha baru sadar. Iya juga sih, saya kirim email-nya secara terburu-buru, nggak ada ba bi bu, langsung aja nulis kalimat tadi. Rencananya terjemahan di atas untuk diberikan kepada keponakan yang sedang jatuh cinta. Hueeehee nggak jadi ge er deh si Pat :) *Intermezo di siang bolong* tumben Sikrit ngebahas bahasa asing ;)
Copied dari LPPH
Berikut ini adalah para pemenang lomba resensi Paris Lumiere De L'amour:
Peresensi terbaik 1, 2, dan 3 akan mendapatkan paket cantik asli dari Paris berupa Miniatur Menara Eifell Elektrik dari kaca dan Coklat.
Peresensi Terbaik 4, 5, dan 6 akan mendapatkan hadiah paket buku dari Lingkar Pena Publishing HouseTerbaik 4
IMELDA
Terbaik 5
HERLIYANTO
Terbaik 6
SILVIANA HENDRI
Kami ucapkan selamat kepada para pemenang.
Konfirmasikan kembali alamat pengiriman hadiah ke alamat e mail: promosi.lingkarpena@gmail.com
Selanjutnya nantikan pengumuman pemenang lomba susulan tanggal 30 Nov 2009 (khusus bagi peserta yang mengrim alamat rumahnya ke email bukusikrit yahoo.fr tgl 15 Nov lalu, sesuai syarat lomba susulan Sikrit, yg termuat pada jurnal INI)
Teman, Kami telah menerima peserta yang telah mengikuti lomba resensi PARIS LUMIERE DE L'AMOUR (Catatan Cinta dari Negeri Eiffel) yang telah ditutup tanggal 30 Oktober 2009 kemarin.
Namun, bagi kalian yang nama-namanya tidak ada di bawah ini tetapi kalian mengirim resensinya ke penerbit LPPH sebelum tanggal 30 Oktober 2009, mohon dikirim ulang kembali file kalian ke alamat email: promosi.lingkarpena@gmail.com dengan syarat mem-forwardkan kembali email kalian yang terkirim sebelum tanggal 30 tersebut. Mohon maaf ketidaknyamanan ini, karena email LPPH 'diganggu orang usil' . Kami tunggu SEBELUM AKHIR MINGGU INI (mungkin maksudnya sebelum hari Senin kan Siah)
Mereka yang sudah masuk:
RATIH KUSUMA DEWI, HERLI YANTO,SILVIANA HENDRI,NAIMAH AMIN, MUZA LIFAH, SHANTI SAPTANING,DESSY ARIA UTAMI, ARLINE WIDYA SAFITRI, HAYA ALIA ZAKI, MUKHLIDAHUN HANUN, BARUL FAUZIYAH, FERDYANI YULIA, RIYA WATI, RIDHO BUSTAMI, LEILA NIWANDA, KAHAR CAHYONO.
Karena kami yakin kita-kita menyukai mengirimkan sesuatu di akhir deadline, oleh karena itu kami yakin masih banyak yang mengirim lomba resensi beberapa hari sebelum tanggal penututupan (ngaku aja hehehe)Jadi, kami mohon sekali lagi bagi kalian yang telah mengirim sebelum tanggal tersebut dan namanya tidak ada di daftar di atas, untuk mengirimkan kembali ya, dengan syarat di atas, SEBELUM AKHIR MINGGU INI.
Dan, bagi peserta lomba yang ingin mengikuti lomba susulan sikrit mohon simak jurnal yang INI NIIIIH. Terimakasih banyak untuk semuanya!!
INFO MENARIK...
Tanggal 30 Okt. 23:59 wib adalah hari terakhir lomba resensi PARIS LUMIERE DE L'AMOUR (Catatan Cinta dari Negeri Eiffel). Pemenang akan diumumkan pada tanggal 15 November 2009 di website LPPH dan website Sikrit di akun multiply, atau facebook.
Namun, bagi peserta lomba yang tidak beruntung, jangan khawatir, akan dipilih kembali 3 peresensi yang dianggap sesuai persyaratan diantaranya:
1.Peresensi yang memiliki minimal 3 buku karya Sikrit (hayuu ngaku) 2.Banyak memiliki komentar di resensinya (ada berapa ya...) 3.Banyak kritiknya/masukan (penting ini) 4.de.. el.. el.. (bisa unik, aneh, dll pokoknya)
Nah, untuk itu bagi kalian yang telah meresensi buku PARIS LUMIERE DE L'AMOUR (Catatan Cinta dari Negeri Eiffel) untuk mengirimkan nama dan ALAMAT RUMAH kalian ke: bukusikrit At yahoo.fr (sengaja emailnya di spasi supaya gk di ganggu org hehehe) Dan, yang beruntung akan mendapat des petits cadeaux de Paris*
Pokoknya nggak nyesel setiap ikut resensi bukunya Sikrit! Ada kesempatan menang berikutnya!! Pengiriman alamat peserta lomba ke email di atas di tunggu paling lambat tanggal 30 November 2009, bersamaan dengan tanggal pengumuman pemenang lomba utama. Sedangkan pengumuman 3 pemenang des petits cadeax de Paris, insyaAlah tanggal 30 November 2009
*Des petits cadeaux de Paris: kado mungil dari Paris
 Salam dan salam sejahtera untuk kalian
Lama sekali tidak menyirami blog sikrit ini, duh kering kerontang sudah blognya :(. Keasyikan di dunia lain.. Tetapi cuaca yang tidak bagus (baca pergantian musim) mengakibatkan pemilik blog ini juga ambruk (baca sakit). Apalagi beberapa minggu ini banyak 'gawe' padahal jetlag habis mudik bulan lalu saja terasa masih ada..(ini mah maunya sikrit jetlag gk ada habisnya)
Oh ya teman, saya hanya ingin mengingatkan bagi kalian pembaca/pemilik buku PARIS LUMIERE DE L'AMOUR (CATATAN CINTA DARI NEGERI EIFFEL) bahwa lomba resensi buku tersebut tinggal 3 hari lagi. Lomba akan ditutup tanggal 30 Oktober 2009. Jadi bagi kalian yang masih tertarik mengikutinya, silakan ditulis resensi kalian di blog atau facebook note kalian. Silakan baca infonya di SINI
Jangan lupa ya, jangan lewatkan kesempatan ini. Apalagi lomba ini tidak ada syarat apapun, selain membaca bukunya tentunya. Dan untuk kalian yang sudah mengirimkan link resensinya ke penerbit LPPH, kami ucapkan terima kasih, semoga kalian beruntung. Sekali lagi jangan lupa 3 hari lagi!!!
 
Salam wr wb. Salam sejahtera untuk kalian. Apa kabar? Akhirnya Sikrit ngejurnal lagi. Posting sesuatu di MP, kalau tidak di bagian jurnal namanya tidak afdol. Alhamdulillah akhir pekan silam, kami sekeluarga sudah tiba lagi di kota Eiffel ini setelah mudik dua bulan. Ilhan sudah mulai sekolah lagi dari pagi hingga petang. Demikian pula Patrick sudah berjibaku lagi dengan urusan kantornya. Sedangkan Sikrit berjibaku juga dengan oleh-oleh sebanyak 1 ton (dibaca: ngemilin oleh-oleh hehehe) Di tanah air selain melakukan promosi buku baru Sikrit ke radio (makasih Ari dan LPPH), dan juga acara bedah buku di toko buku Gramedia Lampung, saya dan Pat menyempatkan diri jalan-jalan ke Parapat (Danau Toba), dan juga Medan (Mesjid Raya, dan Istana Maimun). Mulak deh kita tu huta (pulang kampung:red). Lumayanlah di Parapat orang-orangnya ramah. Tapi ya teteuup, yang saya kurang suka supir travel parapat di sana ampun-ampun deh. Kami juga saling berbincang-bincang dengan para pegawai atau penjaga mesjid raya yang simpatik, Mas Muslim dkk.. Tetapi terlepas dari itu kami bahagia sekali, dapat diberi kesempatan untuk berlebaran kembali bersama opungnya Ilhan dan keluarga besar Sihombing di Bandar Lampung. Semoga nanti bisa lagi berkumpul di saat-saat lebaran di musim panas yang akan datang. Mumpung ramadan nanti jatuh pada musim panas, semoga dapat lagi kembali ke sana. Amien. Untuk promosi buku, pokoknya Sikrit jmengucapkan terima kasih kepada penerbit LPPH, Gramedia Lampung, teman-teman di Jakarta dan Lampung. Pihak media Lampung pun banyak mendukung Sikrit dengan diresensinya buku, dipromosikannya acara bedah buku, dan juga memberitakan acara bedah bukunya. Untuk itu terima kasih untuk Lampung post, Tribun, dan media lain yang datang pada acara tersebut. Pokoknya semuanya termasuk para seniman Lampung dan juga para blogger tercinta yang sudah berpartisipasi ikut lomba resensi. Bagi yang belum meresensi ditunggu ya..!
Aloo temans
Jangan lupa ya hari ini ada acara bedah buku PARIS LUMIERE DE L'AMOUR (CATATAN CINTA DARI NEGERI EIFFEL) di toko buku GRAMEDIA Lampung pukul 16:00 s.d 18:00.
Tema
BINCANG ASYIK TENTANG PARIS DAN ISLAM BERSAMA SIKRIT DAN PATRICK
Ada siapa?
Ada Rosita Sihombing alias Sikrit (yang empunya buku), Ada Patrick Monlouis (yg punya kota Paris), Ada Asiah (penerbit LPPH), ada juga Bang Syaiful Indra Tanpaka (Ketua Dewan Kesenian Lampung)
Ada Apa Lagi?
Ada doorprize buku-buku LPPH, bertebaran coklat ala Paris, poster gambar wisata Paris, dan magnet kulkas yang cantik.
Nah ada juga sesi jual buku bagi yang belum memiliki buku PARIS LUMIERE DE L'AMOUR plus sesi tandatangan (ehm)
VENEZ DONC, DATANG YAA!!
 Temans, apa kabar? Mohon maaf lahir batin ya untuk kalian. Maafkan jika Sikrit sekeluarga ada kekhilafan. Duh lama juga tidak bersuara di multiply. Belakangan memang sering update posisi melalui facebook, karena media itu lumayan cepat terakses. Berada di tanah air memang agak susah untuk berlama-lama berinternet ria, jadi untuk menulis jurnal pun apalagi upload foto agak susah. Saya dan Pat kini berada di Danau Toba. Ini perjalanan saya ke sana untuk kedua kali. Sedangkan Pat baru pertama kali. Tanggal 26 kami hengkang dari Danau Toba menuju kota bandar lampung (dah kangen ama Ilhan hiks). Jangan lupa untuk mpers yang berada di seputaran Lampung, tanggal 30 September ada acara bincang-bincang bersama Sikrit, Patrick dan penerbit LPPH Jakarta, yang dimoderatorkan oleh Syaiful Irba Tanpaka (Ketua Dewan Kesenian Lampung) bertempat di Toko Buku Gramedia Lampung pukul 16:00 s.d 18:00. Bincang-bincangnya seputar buku baru Sikrit PARIS LUMIERE DE L'AMOUR (Catatan Cinta dari Negeri Eiffel). Pastinya bertebaran doorprize buku-buku dari LPPH dan souvenir de paris. Satu informasi lagi, meskipun sudah banyak peserta lomba resensi yang masuk, deadline lomba resensi diperpanjang hinggal satu bulan ke depan. Jadi bagi yang belum sempat mengirim (sebelumnya lomba ditutup tanggal 30 Sept) masih ada kesempatan lagi. Jangan lewatkan ya. Sudah dulu ya kabar kabarinya.
Tahun lalu, ketika asyik jalan-jalan di mesin pencarian, saya terkejut dengan menemukan alamat lengkap seorang kenalan, yang kini berada di negeri lain. Alamatnya begitu lengkap, sampai saya berpikir kok mau ya menyebar alamat begitu lengkap di internet. Selidik punya selidik ternyata alamat kenalan saya tersebut dimuat di situs Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN) atau situs KBRI, negara domisili teman saya tersebut. Seandainya ia tahu pasti dia tidak suka, karena dia lumayan menjaga privasinya.
Dan, beberapa waktu lampau ketika saya ingin mencari data tentang buku saya--sudah pasti saya mengetik kata kunci nama saya-- saya lebih terkejut lagi. Saya menemukan nama saya berikut alamat lengkap saya di negeri ini. Dan selidik punya selidik, data-data alamat saya tersebut lagi-lagi dimuat oleh situs PPLN LN, alias KBRI.
Saya jadi tidak bisa berkata kata lagi. Padahal setengah mati saya berusaha tidak menyebar alamat di LN melalui internet, Anehnya sekarang --akibat ikut Pemilu--alamat saya, dan juga mungkin ribuan alamat WNI yang ikut pemilu di mancanegara, kemungkinan dengan mudah dapat dicari di mesin pencarian.
''Wah kalau begitu jadi malas deh mendaftarkan diri kita ke kedutaan,''kata seorang teman.
Akhirnya, jangan juga khawatir, jika kita ingin mencari orang yang ada di LN, ketik saja namanya di google, kemungkinan jika mereka ikut PEMILU atau mendaftarkan diri ke KBRI, pasti alamatnya kita temukan, lengkap berikut kode pos-nya. Duh...pusing jadinya!!!
*Sikrit dkk yang bingung alamatnya kini menyebar* foto: ngambil dari google
Entah apa jadinya 'karir' menulis saya, jika saya tidak mengenal dunia blog. Dari ngeblog, telah enam buku saya hasilkan. Saya mulai menyentuh dunia tulis-menulis di internet --web pribadi--sejak tahun 2003, dimana untuk pertama kalinya, saya menetap di kota Eiffel. Sebelumnya saya adalah seorang reporter di media mingguan di salah satu provinsi di Sumatera. Meskipun secara resmi saya mulai ngeblog enam tahun yang lalu, tetapi hati saya kurang sreg, karena hanya tulisan-tulisan resmi tentang negeri Napoleon saja yang saya tulis, tanpa ada umpan balik dari pembaca.
Kemudian, seiring maraknya weblog di dunia maya, akhirnya saya pun ikut-ikutan 'latah' mendaftrkan diri pada salah satu akun gratis weblog, dan saya kepincut dengan blog multiply. Dan, tanggal 1 bulan Juli tahun 2005, secara resmi saya sangat aktif menjalankan 'profesi' saya sebagai blogger Indonesia yang menetap di luar negeri. Meskipun secara bersamaan saya juga memiliki akun blog di Friendster, tetapi kemudian saya lebih betah mencurahkan pengalaman saya di akun multiply. Ternyata melalui akun multiply ini, saya menemukan dunia saya yang lama, menulis! Saya tidak pernah melupakan saat-saat pertama memosting jurnal di blog multiply, yang kemudian langsung diberi komentar oleh teman-teman Indonesia saya,dari penjuru dunia, yang sebelumnya mengundang saya sebagai teman kontak dunia maya mereka. Sungguh ajaib dunia perblog-an! Saat pertama memosting tulisan kecil salam perkenalan, langsung direply oleh teman dunia maya yang tinggal di Belanda. Selanjutnya komentar menyusul dari blogger Indonesia di Afrika dan juga blogger dari Indonesia, dan seterusnya.
''Salam kenal, daku tunggu gebrakannya,'' kata Inne, perempuan asal Ambon yang tinggal di Belanda, pereply pertama postingan saya, yang beberapa tahun lalu akhirnya dapat kopdar dengan saya di Paris. Tidak berlebihan jika saya mengatakan ajaib. Karena begitu saya mendaftar di akun blog multiply, kemudian blog saya dipromosikan kepada para blogger oleh seorang sahabat yang lebih dulu mengenal blog multiply, saya langsung diserbu dengan undangan pertemanan dari blogger-blogger aktif Indonesia, yang tidak saja tinggal di Indonesia tetapi juga tinggal di mancanegara.
Mereka juga banyak yang berprofesi seperti saya, ibu rumah tangga dengan suami orang asing. Selain itu yang membuat saya girang bukan main, ada kontak saya yang berprofesi sebagai jurnalis dan penulis. Yang membuat saya tidak kalah girang lagi, saya pun menemukan komunitas para penulis yang akhirnya memotivasi saya, untuk rajin memosting tulisan apa saja, yang saya anggap bermanfaat. Selanjutnya reply-reply dari teman-teman penulis buku pemula maupun senior, dan postingan tentang karya mereka yang saya baca di blog mereka, menjadikan 'dendam' dan 'iri hati' saya, untuk juga menerbitkan buku pula. Saya akhirnya ikut-ikutan memulai menulis novel dan bertekad untuk mengumpulkan postingan-postingan saya di blog untuk dibukukan. Alhamdulillah akhirnya 'dendam' saya bisa terwujud. Kini saya telah menghasilkan dua buku solo.
Tidak itu saja, awal-awal saya ngeblog dan menjadi kontak teman-teman penulis, membawa pula manfaat pada diri saya. Karena teman-teman blogger kerap memosting undangan menulis buku antologi, hingga akhirnya sudah empat buku antologi yang saya ikuti. Selain itu, pada awal-awal ngeblog teman-teman pun terkadang menyarankan kepada saya untuk mengirimkan tulisan saya ke media massa di Indonesia. Akhirnya pun beberapa postingan saya yang saya tulis di blog, diterbitkan pula di majalah, tabloid atau koran. Entah apa jadinya kelanjutan 'karir' menulis saya jika tidak ngeblog atau tidak aktif di dunia perblog-an. Akhirnya saya kembali mengenang komentar pertama pada postingan saya empat tahun silam tadi : ''Daku tunggu gebrakannya ya,'' Saya percaya dan yakin apa yang dilontarkan dari mulut kita termasuk komentar-komentar dari pembaca blog saya, juga merupakan sebuah doa. Dan akhirnya saya bisa membuktikan gebrakan yang pernah dilontarkan blogger di atas.
Semoga saya tetap rajin ngeblog dan menghasilkan buku-buku yang bermanfaat. Amien. @Rosita Sihombing
Setelah sholat isya jelang tengah malam, saya browsing sejenak di multiply. Dan mata saya tertuju pada postingan seorang mper yang memberitahukan di jurnalnya tentang kepergian Michael Jackson. Saya dan Pat pun surfing untuk membuktikannya. Karena beliau kan pernah dkabarkan meninggal sebelumnya. Dan ternyata memang benar, media Perancispun banyak yang mengabarkan kepergian sang legenda ini, ini salah satunya huhuhu... Inalilahi. Semoga beliau diberi tempat yang indah ya Allah Amien. Terlepas dari kehilafan dan kontroversinya, saya dan juga Pat turut dibesarkan dengan lagu lagu beliau. Tidak perlu disebutkan, kalian pun pasti tahu lagu-lagunya. Buktinya untuk mengenang beliau, kami masih betah mantengin youtube dengan klip-klik lawasnya, sampai pukul 3 pagi! hiks Kami benar-benar salut dengan prestasi Michael Jackson. Selama ini, belum ada yang memecahkan rekor penjualan album thrillernya, yang berkisar 50 juta. Doi pun termasuk avant garde dalam pembuatan klip dan tari . Dan, menurut saya dialah termasuk penyanyi Afro-Amerika pertama yang 'heboh'dalam karir musiknya, sehingga mau tidak mau, secara tidak langsung menjadikan para produser tidak kuatir untuk 'menjual' penyanyi Afro-America, lantaran kesuksesan gemilang, yang dicapai Michael Jackson. Akhirnya dialah sang legen yang menjadi pula motivator dan inspirasi, tidak saja musisi Afro-America tetapi juga musisi kulit putih jagat raya ini.
Ya Allah kasihanilah dia dan ampuni kesalahannya. Allahumma amien. Hiks, Sikrit dan Pat yang masih berkabung huhuhu..ini mah nunggu jadwal subuh sekalian..
Betul!Bagi yang ingin mengikuti lomba resensi buku PARIS LUMIERE DE L'AMOUR (Catatan Cinta Dari Negeri Eiffel), tidak perlu mengirimkan bukti struk pembelian buku-nya. Kalau tidak percaya lihat saja di bagian informasi lomba, yang ada di buku PARIS LUMIERE DE L'AMOUR, pada halaman terakhir.Jadi, bersyukur banget kan? Hehhe...Buruan yang ingin corat-coret tentang buku tersebut di blog-blog kalian. Baca ketentuan lombanya di buku tersebut. Jangan lewatkan kemudahan iniii...Daaan, raihlah hadiahnya...
Apa kabar buku baru Sikrit?
Iseng-iseng main ke facebook, mengunduh beberapa komentar dari pembaca PARIS LUMIERE DE L'AMOUR (Catatan Cinta Dari Negeri Eiffel). Ini diantaranya:
Sari Nurbaiti: ''Assalamualaikum, trima kasih mba sdh menerima sy mnjadi teman...salam kenal ya...mba. Alhamdulillah buku terbaru mba sy dah beli.....sy penikmat buku dgn pengarang2 berkualitas spt asma nadia, laura khalida dan termasuk mba.....good luck mba!'' Kurnia Permatasari: ''Mbak, aku suka baca bukunya. bagus deh. habis aku selesai baca, tuh buku masih beredar ke papah, ke adik2ku :D tp buku mbak yg lain blm ada ya di toko buku di indo?'' Anggi Aribowo: ''''Akhirnya nongol juga buku PARIS LUMIERE DE L'AMOUR di Gramedia Matraman....ALhamdulillah .. udah dibeli... SEmangat Mbak Ita !!! Semangat !!! Mereka yang membaca kebanyakan teman-teman yang baru dikenal di facebook 
Oh ya teman-teman yang kebetulan ada di Paris dan sekitarnya, Jumat ini saya mau ngikut Pat jumatan di KBRI barengan dengan Ustad Ayang yang akan menjadi khotipnya. Menariknya ada guru bahasa Arab-nya Pat yang penasaran ingin berjumatan juga di KBRI.
Nah, jika kalian tertarik mau pesan buku PARIS LUMIERE DE L'AMOUR (Catatan Cinta Dari Negeri Eiffel) Janjian di Koperasi KBRI yuu... Ditunggu yaaa... Oh ya tempo hari baca INILAH.COM, buku ini juga nongol di bagian GAYA HIDUP!!
  Pagi tadi Dee dari Lingkar Pena Publishing House memberitahukan saya, kalau paket buku Paris Lumiere de l'Amour (Catatan Cinta Dari Negeri Eiffel) kemungkinan akan sampai sore ini. Dan benar saja, jelang siang hari (sore WIB) Pat mengirimkan e-mail kepada saya, untuk memberitahukan kalau paket buku dari penebrit, sudah sampa di kantornya. Saya memang sengaja memakai alamat kantor Pat yang ada di kawasan 16 Paris, untuk pengiriman paket buku baru saya, tujuannya supaya aman. Saya pun janjian sama Pat untuk mengambil paket di koperasi KBRI, yang gk jauh letaknya dari kantor Pat, ya sekalian makan siang bareng. Ada beberapa teman juga yang janjian sama saya termasuk Dwi. Mahasiswi manis ketua PPI Paris ini kebetulan juga adalah satu-satunya endorser pada buku Sikrit. Setelah makan siang di koperasi dan serah terima buku dari Pat, saya, Dwi dan seorang teman saya yang lain, pulang dengan menenteng paket yang lumayan berat. Untung ada Dwie, jadi saya dibantu olehnya mengangkat paket sampai lampu merah dekat metro. Fiuh mana hujan. (Makasih untuk Dwi ya). Nah, sampai di rumah baru deh diserbu oleh Ilhan itu buku-buku baru emaknya. Sebelumnya, hari minggu kemarin Mbak Zev penulis novel Elle Eleanor berbaik hati membuat jepretan foto buku baru Sikrit di toko Togamas. Untuk itu saya ucapkan makasih mbak Zev. Hayoo yang lain siapa yang menyusul memegang buku solo baru Sikrit ini dan raih hadiahnya :) Kepada teman-teman di Perancis dan negara-negara lain, silakan jika ingin memesan buku Paris Lumiere de l'Amour (Catatan Cinta dari Negeri Eiffel) ini. Keterangan pembelian bisa dilihat di JURNAL INI. Ayooo Jangan ketinggalan, mumpung ada stoknya!! Akhirnya saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Lingkar Pena Publishig House, yang sudah mengusahakan buku baru ini ada d Paris. Foto1: Mbak Zeventina yang manis, di toko buku ,Minggu siang kemarin, diambil dari facebook Zeventina Foot2: Paket kiriman Lingkar Pena Publishing House Foto3:Ilhan yang ingin bobo dengan buku-buku emaknya
| |